Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Cara Agar Doa Mustajab, Simak Penjelasan Ulama

Kategori : LDII News, Nasehat, Ditulis pada : 14 September 2020, 02:57:48

Lines (14/09) – Doa merupakan pedangnya orang iman, hadits dari Rasulullah SAW ini tentu tidak asing didengar oleh sebagian dari kita dalam forum pengajian. Namun dalam berdoa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena hal itu bisa jadi merupakan penghalang bagi doa untuk terkabul. Salah satunya menghindari perbuatan syirik atau menyekutukan kepada Allah.

“Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 186, Allah berfirman: Apabila hamba-Ku bertanya padamu Muhammad tentang Aku (Allah) beritahu mereka bahwa sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan doanya orang yang berdoa padaku,” kata Ustaz Aceng dalam tayangan ‘Oase Hikmah’ bertajuk ‘Doa yang Mustajab’.

Dalam surat itu, Allah menjelaskan bahwa Allah itu dekat pada hambanya. Surat itu diturunkan karena pada saat itu, ada orang yang merasa bahwa Allah itu jauh dan mengatakan hal tersebut kepada Nabi Muhammad. Sehingga ketika berdoa, mereka harus mengambil perantara dengan harapan perantara itu dapat menyampaikan doa-doa mereka kepada Allah. 

“Hal tersebut malah dilarang, karena bisa jadi syirik. Justru Allah mengatakan Ia dekat dan mengabulkan doanya orang yang berdoa. Jadi manusia langsung saja berdoa pada Allah. Tidak usah melalui perantara,” kata Ustaz Aceng.

Dalam adab berdoa Ustaz Aceng juga menjelaskan hamba-Nya juga harus melaksanakan perintah serta menjauhi larangan Allah, sebagai wujud ketaatan.

“Sangat masuk akal kita minta agar permintaan dipenuhi oleh Allah. Allah juga sudah menetapkan beberapa aturan. Imanlah pada Allah dulu. Ini menjadi koreksi buat kita agar bisa mawas diri. Apa kira-kira kita dalam keadaan layak untuk doanya dikabulkan Allah. Sehingga ketika Allah mengabulkan doa itu akan menjadi rahmat buat kita,” kata Aceng.

Allah mengabulkan doa dengan 3 cara, yaitu langsung dikabulkan, ditunda atau diganti dengan yang lebih baik. Ustadz Aceng menjelaskan bagi Allah mudah untuk mengabulkan doa hambanya. Namun, doa orang yang masih melakukan maksiat yang dikabulkan Allah bisa jadi merupakan bentuk istidraj bagi pemilik doa.

“Bisa saja Allah mengabulkan doa, tapi jika orang tersebut masih dalam kemaksiatan dan tidak mengindahkan peraturan Allah, itu bukan doa rahmat. Bisa jadi istidraj atau ‘penglulu’ kalau orang jawa bilang,” lanjutnya.

Ustaz Aceng mengingatkan agar umat tidak terpengaruh dengan kenikmatan Allah berikan pada pelaku maksiat, karena itu bisa jadi cobaan pada bagi dirinya.

“Kita jangan terpengaruh karena melihat orang yang tidak pernah solat dan ibadah tapi diberi banyak rezeki oleh Allah. Karena itu istidroj, sedangkan kita berdoa mengharapkan rahmat,” ujarnya.

Tak lupa Ustaz Aceng mengingatkan agar membersihkan harta dari hal-hal yang haram, karena itu juga menjadikan penghalang doa dikabulkan oleh Allah.

“Bersihkan diri kita dan harta dari yang haram, karena yang haram juga bisa menutup rezeki dari Allah, sebagaimana dosa bisa menutup terkabulnya doa. Semoga Allah memberi dan mengabulkan doa kita karena rahmat disertai keberkahan itulah yang kita cari,” tutupnya.(laras/lines)


Sumber berita : https://ldii.or.id/cara-agar-doa-mustajab-simak-penjelasan-ulama/

built with : https://erahajj.co.id