Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Apresiasi Kontribusi LDII, Menteri Agama Yaqut Tekankan Pentingnya Persatuan

Kategori : DPP LDII, Audiensi, Hubungan Antar Lembaga, LDII, Slideshow, Galeri, LDII News, Ditulis pada : 17 Maret 2021, 10:41:31

Apresiasi Kontribusi LDII, Menteri Agama Yaqut Tekankan Pentingnya PersatuanKetua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso (kiri) bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

 

JAKARTA - Pesan penting disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Chriswanto Santoso bersama pengurus harian di Kantor Kementerian Agama RI, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Maret 2021.

Menteri asal Rembang, Jawa Tengah, itu mengapresiasi kontribusi dan kerja sama LDII bersama pemerintah hingga saat ini. Yaqut Cholil juga menyinggung tentang persatuan umat. Menurutnya, jumlah umat Islam lebih dari 80 persen penduduk Indonesia. Jika ukhuwah dan sinergi antar umat Islam terwujud, maka masalah kesatuan persatuan bangsa sudah selesai.

Yaqut menegaskan, Kementerian Agama RI milik semua agama. Di dalamnya ada agama Islam dan ribuan ormas di bawah naungan kementerian agama. Di antaranya NU, Muhammadiyah, dan LDII.

"Saya mendukung sinergi dan kerja sama antar ormas Islam dengan Kemenag dalam membangun ukhuwah Islamiyah," kata Yaqut.

Pria yang pernah menjabat Ketua GP Anshor itu menuturkan, agama dan negara sejatinya saling membutuhkan. Keduanya saling mengukuhkan untuk mewujudkan peradaban suatu bangsa. Untuk itu, Kemenag RI mendukung penguatan identitas keagamaan.

 

Apresiasi Kontribusi LDII, Menteri Agama Yaqut Tekankan Pentingnya PersatuanMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (dua dari kanan) menerima pengurus DPD LDII.

 

Penguatan identitas keagamaan di satu sisi, dan penguatan identitas kebangsaan di sisi yang lain. Hal itu tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan. Konsep itu harus tetap diletakkan dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara.

"Jangan hanya karena perbedaan khilafiah antar sesama agama Islam, bahkan perbedaan etnis dan agama, seharusnya tidak menghambat terwujudnya persaudaraan sebagai sebuah bangsa," tandasnya.

"Justru kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita bisa menjadi umat saleh sekaligus warga negara baik," imbuh mantan Wabup Rembang itu.

Menurut Yaqut, banyak program yang bisa disinergikan antara pemerintah dengan ormas-ormas. Misalnya tentang kemandirian pesantren dan pengembangan madrasah.

"Setelah Munas LDII nanti kita akan sinergikan kembali dan duduk bersama membahas teknis dengan Kemenag," tukasnya.

 

Apresiasi Kontribusi LDII, Menteri Agama Yaqut Tekankan Pentingnya Persatuan

 

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyampaikan sedikit tentang masalah kebangsaan yang harus diangkat bersama. Khususnya antara Kementerian Agama RI sebagai perwakilan pemerintah dengan ormas-ormas Islam.

Chriswanto menyampaikan apa yang telah LDII kontribusikan untuk Bangsa Indonesia. LDII telah berkontribusi di berbagai bidang. Di bidang pendidikan karakter, LDII membangun portal pondokkarakter.com. Di bidang ketahanan pangan, warga LDII membangun urban farming atau pemanfaatan lahan gambut, dan penggunaan artificial intelegence dalam pertanian di Garut.

"Di bidang ekonomi syariah, LDII membangun ekonomi digital, hingga ketahanan keluarga untuk ketahanan bangsa," jelas Chriswanto.

Di akhir pertemuan, DPP LDII meminta Menag Yaqut Cholil untuk hadir dan memberikan pengarahan dalam Munas IX LDII pada 7-8 April 2021. Acara itu, rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Menanggapi pertemuan Menag dengan Ketua Umum DPP LDII, Olih Solihat Karso selaku Ketua DPW LDII Bali mengaku sangat senang. Menurut Olih moderasi beragama memang dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Ukhwah islamiah ini yang harus dipelihara. Kami di Bali sudah menjalankannya," kata Olih. (KIM)

built with : https://erahajj.co.id