Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Meraih Lima Sukses Ramadan

thumbnail

Puasa Ramadan adalah sarana yang tepat untuk melatih pengendalian diri. Di bulan ini, kita tidak hanya belajar menahan lapar, dahaga, dan syahwat di siang hari, tetapi juga mengendalikan emosi negatif, perkataan bohong, ucapan kotor, serta perbuatan tercela lainnya. Makna puasa menurut Rasulullah SAW bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga menjaga lisan. Tidak ada artinya seseorang berpuasa jika harinya dipenuhi dengan kebohongan, gosip, gunjingan, penipuan, serta ucapan tercela.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan lalu tidak meninggalkan perkataan bohong dan perbuatan yang mengandung kebohongan, maka Allah SWT tidak akan memberikan pahala kepadanya, melainkan ia hanya mendapatkan lapar dan haus saja” (HR. At-Tirmidzi). Jika tidak dikendalikan, lisan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Melalui puasa, kita berlatih mengendalikan lisan agar senantiasa berkata jujur dan baik.

Bulan Penuh Keberkahan
Ramadan adalah bulan penuh kemurahan. Di bulan ini, amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sementara kemaksiatan dilipatgandakan dosanya. Inilah saatnya bagi kaum muslimin untuk berlomba-lomba menabung pahala. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi: “Sesungguhnya Tuhan kalian berfirman: setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, dan puasa adalah amalan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (HR. At-Tirmidzi).

Oleh karena itu, marilah kita isi Ramadan tahun ini dengan ibadah wajib dan sunah. Sebagai umat Islam, kita hendaknya berupaya meraih Lima Sukses Ramadan, yaitu:

Sukses Berpuasa: Menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, kecuali bagi mereka yang memiliki uzur syar'i.

Sukses Salat Tarawih: Melaksanakan salat tarawih sebulan penuh sesuai kemampuan, baik 11 rakaat maupun 23 rakaat.

Sukses Tadarus Al-Qur’an: Membaca dan mengkaji Al-Qur’an hingga khatam minimal satu kali bagi yang sudah mampu membaca dengan benar.

Sukses Iktikaf: Berdiam diri di masjid, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan, guna menjemput pahala malam Lailatulqadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Sukses Zakat Fitrah: Menunaikan kewajiban zakat fitrah bagi seluruh kaum muslimin.

Keutamaan dan Kerugian
Allah telah menjanjikan ampunan bagi mereka yang sukses beribadah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari). Begitu pula dengan salat tarawih, yang jika dilakukan dengan penuh keimanan, akan menjadi penggugur dosa masa lalu.

Sebaliknya, sungguh rugi orang yang meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa satu hari puasa Ramadan yang ditinggalkan sengaja, tidak akan bisa digantikan nilainya meski diganti dengan puasa setahun penuh (HR. Abu Dawud).

Kepedulian Sosial
Ramadan juga mengajarkan solidaritas. Kewajiban zakat fitrah berlaku bagi setiap muslim, dari bayi hingga lansia, baik kaya maupun miskin. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan membantu sesama agar dapat merayakan Idulfitri dengan bahagia. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam kedermawanan, di mana beliau menjadi sangat pemurah di bulan Ramadan, melebihi kencangnya angin yang berembus.

Banyaknya pahala yang dijanjikan Allah seharusnya menjadi motivasi bagi kita. Semoga kita termasuk golongan orang yang meraih kemenangan pada 1 Syawal dan kembali kepada fitrah. Selamat berpuasa dan berlomba menggapai Lima Sukses Ramadan. Semoga Allah SWT memberikan rida-Nya kepada kita semua. Amin.

Kategori : Berita, Berita Terkini, Inspiring, LDII Bali, Dakwah, Nasihat, Ditulis pada : 13 Maret 2026, 13:34:23