Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Ketum DPP LDII: Saatnya Kuatkan Kebangsaan dan Ubah Mentalitas Kebencanaan

Kategori : Berita Terkini, DPP LDII, LDII, Slideshow, Galeri, Wawasan, Nasional, LDII News, Ditulis pada : 16 Januari 2021, 06:09:56

Permata LDII Bali membagikan makan siang gratis kepada masyarakat pada sekitar bulan Mei 2020Permata LDII Bali membagikan makan siang gratis kepada masyarakat pada sekitar bulan Mei 2020

 

Jakarta (15/1). Dalam situasi pandemi Covid-19, dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Usai jatuhnya pesawat Sriwijaya, pekan ini banjir melanda Kalimantan Selatan. Lalu menyusul terjadi gempa bumi 6,2 Skala Ritcher (SR) terjadi di Majene, Mamuju dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Dalam bencana seperti ini, ikatan rakyat Indonesia sebagai satu bangsa dan kepedulian sosial harus menguat. Inilah yang akan mengurangi beban masyarakat yang ditimpa musibah. Apalagi masih dalam suasana pandemi saat ini,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia berharap agar warga yang ditimpa musibah tetap kuat dan sabar.

Ia mengingatkan, uluran bantuan kemanusiaan bagi warga yang ditimpa musibah sangat penting, “Mereka butuh bantuan makanan siap saji, selimut, dan tempat-tempat penampungan agar musim hujan tidak semakin menyulitkan saudara-saudara kita,” imbuhnya.

Chriswanto mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) terutama ormas Islam di wilayah yang sedang ditimpa musibah untuk bergotong royong membantu korban, “Kehadiran ormas sangat penting, karena dapat memobilisasi anggotanya unuk membantu pemerintah daerah menangani bencana alam,” paparnya.

Langkah yang ditempuh DPP LDII, menurut Chriswanto, salah satunya berkoordinasi dengan Senkom Mitra Polri di wilayah yang terkena bencana untuk mengkoordinir bantuan, “Kami telah meneken nota kesepahaman dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah yang keduanya memiliki perwakilan kepengurusan,” paparnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Senkom Mitra Polri, Lukman A. Fatah, pihaknya telah mengadakan kerja sama dengan DPP LDII, dalam bidang penanganan bencana alam, “Pada wilayah kami memiliki anggota, mereka bekerja sama dengan warga LDII menangani bencana alam. Dari menyediakan tempat mengungsi, menjaga keamanan, hingga mengkoordinir bantuan,” ujarnya.

 

Permata LDII Bali membagikan makan siang gratis kepada masyarakat pada sekitar bulan Mei 2020Permata LDII Bali membagikan makan siang gratis kepada masyarakat termasuk ojol pada bulan Mei 2020

 

Chriswanto mengingatkan, ormas merupakan simbol dan implementasi dari _civil society_ atau masyarakat madani. Keberadaan ormas adalah untuk memberdayakan warganya dan bermitra dengan pemerintah, “Keberadaan ormas sangat penting untuk membantu pemerintah, karena mereka dekat dengan masyarakat yang paling bawah,” papar Chriswanto.

Selain mengajak ormas berperan aktif di wilayah kebencanaan, ia juga meminta seluruh rakyat Indonesia mengubah pandangan mengenai lingkungannya, “Bangsa ini harus memiliki mental kebencanaan, karena posisi Indonesia berada di atas lempeng bumi paling aktif dan cincin api pasifik yang sangat aktif,” ujarnya.

Artinya, secara natural Indonesia berada pada garis bencana alam seperti erupsi gunung berapi, tanah longsor, dan gempa bumi. Untuk itu, ia mengingatkan setiap keluarga mempelajari bagaimana mengantisipasi bencana untuk menekan korban jiwa dan harta, “Dengan antisipasi, ada harapan korban jiwa dan harta bisa ditekan karena bencana alam tak bisa ditolak kehadirannya,” imbuhnya.

Ia memisalkan rakyat Jepang, yang sejak dini diajarkan beradaptasi dengan gempa bumi, tsunami, dan erupsi. Mereka belajar berlindung, mengevakuasi diri, dan menyediakan bekal untuk persiapan gempa. Rumah tangga di Jepang juga wajib memiliki persediaan makan untuk seminggu, yang disimpan secara khusus dan dipergunakan hanya saat bencana terjadi. Selain itu, warga Jepang telah dilatih sejak usia dini, agar mental mereka siap menghadapi bencana alam yang datang sewaktu-waktu.

Chriswanto juga mengingatkan agar ormas juga berperan aktif dalam pembangunan, dengan memberi masukan kepada pemerintah. Agar pembangunan yang dilaksanakan tetap memperhatikan keberlanjutan alam, “Wilayah-wilayah yang alih fungsi, dari area resapan menjadi permukiman atau berubah menjadi fasilitas umum atau pertanian, mengakibatkan air hujan tak terserap dengan baik. Inilah yang mengakibatkan musibah banjir,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan pembangunan yang memperhatikan kebijakan lokal, perekonomian bangsa bisa kian maju, dan berimbas pada kesejahteraan rakyat dan terjaganya alam, “Di sinilah peran ormas membantu pemerintah dalam pembangunan yang berkelanjutan,” tambah Chriswanto.

 

DPW LDII Bali mendistribusikan paket sembako kepada warga kurang mampuDPW LDII Bali mendistribusikan paket sembako kepada warga kurang mampu

 

---DPW LDII Peduli Di Saat Pandemi---

Sebagai sebuah ormas Islam yang menitikberatkan kepada aspek religiusitas (hablum min Allah), LDII juga berperan aktif dalam menjaga hubungan sesama manusia (hablum min annas). Sebagai makhluk sosial, maka tak mungkin apabila warga LDII mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari sesama. Sehingga kewajiban sosial yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan sesamanya harus tetap diwujudkan mengingat saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

Mengutip ucapan Ali Bin Abi Thalib RA bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan telah mendorong anak-anak muda LDII Bali yang tergabung dalam Permata Bali, untuk berperan aktif dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat Bali di tengah badai pandemi pada sekitar bulan Maret 2020.

Tersendatnya roda perekonomian Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata memaksa beberapa masyarakat harus kehilangan mata pencaharian.

Berkat iuran dan shodaqoh yang anak-anak Permata sisihkan dari uang jajan bulanan telah berhasil diwujudkan menjadi 100 paket nasi bungkus. Warga yang kebetulan melintas di seputaran Jalan Teuku Umar Barat dipersilakan mengambil paket tersebut sebagai menu makan siang.

Tak mau ketinggalan, pada bulan Januari 2021, DPW LDII Bali melalui Biro Pengabdian Masyarakat juga mendistribusikan 300 paket sembako kepada warga masyarakat kurang mampu yang berdomisili di Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Aksi sosial tersebut selain menjadi wujud kepedulian LDII Bali kepada warga kurang mampu juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena meski diliputi kondisi yang tidak menentu masih ada kaum dermawan yang berkenan menyisihkan hartanya untuk dibagikan dengan sesamanya.

Ternyata, dibalik cobaan yang Allah SWT titipkan melalui perantara wabah Covid-19, ada hikmah positif yang bisa kita jadikan bahan renungan di mana kesadaran kolektif warga masyarakat, termasuk warga LDII Bali, untuk berbagi dengan sesama justru tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Inilah wajah asli Indonesia yang harus terus dirawat dan dijaga di tengah cepatnya laju globalisasi yang secara tidak langsung membentuk manusia untuk acuh terhadap sesamanya. (BIL)

built with : https://erahajj.co.id