Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Malem Tahun Baru Kok Ngaji?

Kategori : LDII News, Artikel, Ditulis pada : 18 Januari 2023, 13:58:53

“Tidaklah datang suatu zaman, kecuali lebih buruk daripada zaman sebelumnya”.

Begitulah kira-kira salah satu penggalan nasehat pengajian akhir tahun yang masih terekam jelas di benak saya. Nasehat tersebut selalu sama dan diulang setiap tahunnya, sebagai pengingat bahwa sejatinya tidak ada yang istimewa dari malam pergantian tahun dan keriuhan kembang api.

Umumnya, anak kecil hingga orang dewasa selalu setia menantikan malam pergantian tahun. Bahkan rela menghabiskan uang dalam jumlah yang sangat besar hanya untuk merayakan momen malam itu. Ada yang vakansi ke tempat wisata, ada juga yang hanya sekedar bakar-bakar kudapan. Dan sebagian lain ada yang membelanjakan uangnya untuk membeli petasan dan kembang api dengan harga yang fantastis. Luar biasa!.

Selain itu, di kalangan remaja bahkan menjadikan malam pergantian tahun sebagai salah satu sarana untuk melakukan pergaulan bebas, minum minuman beralkohol, serta mengonsumsi obat-obatan terlarang. Naudzubillahmindzalik.

Sadar ataupun tidak, kebiasaan-kebiasaan itu sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi kultur yang sangat melekat di masyarakat. Bahkan jika kita meneliti secara cermat, kebiasaan tersebut memiliki lebih banyak mudhorot daripada manfaat karena cenderung menuruti hawa nafsu daripada akal sehat.

Logikanya, mana ada orang yang mau uangnya dibakar begitu saja di depan mata? Tapi sekali lagi, untuk bisa merasakan euforia malam pergantian tahun, orang-orang rela membeli petasan seharga ratusan hingga jutaan rupiah. Padahal petasan tersebut nantinya hanya akan dibakar dan habis dalam hitungan detik. Aneh sekali bukan?

Kesadaran terhadap dampak negatif perayaan malam pergantian tahun, menjadi salah satu alasan LDII rutin mengadakan pengajian bagi para generasi mudanya. Biasanya, pengajian akhir tahun diwajibkan bagi remaja mulai dari usia 13 tahun hingga belum menikah, dan serempak dilaksanakan selama satu malam di seluruh PC (Kecamatan) maupun PAC (Kelurahan), bahkan hingga pengajian umum tingkat DPD (Kabupaten/Kota).

Menyikapi pengalihan dampak negatif pergantian tahun baru, PPM Baitusshodiq pun turut mengadakan pengajian akhir tahun. Tidak hanya mengaji semalam suntuk saja, bahkan PPM Baitusshodiq juga menggelar Asrama Tafsir Alquran enam hari berturut-turut selama akhir bulan Desember. Kemudian disusul dengan pengajian gabungan bersama seluruh warga PC LDII Rajabasa.

Eits! tunggu dulu, pengajian akhir tahun tidak sepenuhnya dihabiskan untuk mengaji kok! Bisa-bisa jenuh kan. Tentunya suasana kegiatan di pengajian akhir tahun dibuat menyenangkan dan kondusif supaya peserta tidak bosan.

Di PPM Baitusshodiq misalnya, secara berkala panitia mengadakan ice breaking dan berbagai macam games yang seru sebagai hiburan untuk para peserta. Snack dan makanan juga disediakan lho, jadi peserta hanya perlu fokus dengan alur acara.

Begitupun saat pengajian gabungan, peserta diberi waktu istirahat untuk berbincang-bincang dengan para orang tua serta pinisepuh PAC LDII Rajabasa.

Bagi saya sebagai peserta, pengajian akhir tahun bukan hanya sekedar sarana melindungi diri dari dampak buruk tahun baru, tetapi juga sebagai wadah penyambung tali silaturrahim, mengakrabkan, serta menambah kerukunan antara remaja dengan orang tua.

Peribahasa “Lebih baik mencegah daripada mengobati” mungkin adalah definisi terbaik untuk Pengajian Akhir Tahun. Sebelum remaja dan pemuda terjerumus ke arus kenakalan remaja saat malam pergantian tahun, lebih baik diberi wadah yang berisi kegiatan positif dengan adanya pengajian. (Ayyusita Nurcholissa)

The post Malem Tahun Baru Kok Ngaji? appeared first on Lembaga Dakwah Islam Indonesia.


Sumber berita : https://ldii.or.id/malem-tahun-baru-kok-ngaji/

built with : https://erahajj.co.id