Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjaga Kesehatan dan Ketakwaan di Bulan Ramadan dengan Pola Hidup Sehat Berlandaskan Sunnah

thumbnail
Bulan Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Selain menjadi waktu untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Ramadan juga dapat menjadi kesempatan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik.
 
Dengan menerapkan pola makan yang tepat, menjaga hidrasi, serta mengatur aktivitas harian sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, umat Muslim dapat menjalani puasa dengan tubuh yang tetap bugar dan ibadah yang lebih khusyuk.
 
Berikut beberapa tips menjaga kesehatan selama Ramadan yang selaras dengan tuntunan syariat:
 
1. Sahur Sebagai Sumber Energi yang Penuh Keberkahan
 
Sahur merupakan salah satu amalan penting dalam menjalankan ibadah puasa. Selain membantu menjaga stamina selama berpuasa, sahur juga memiliki keberkahan sebagaimana dianjurkan dalam sunnah Rasulullah ﷺ.
 
Agar energi tetap stabil sepanjang hari, umat Muslim dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau nasi merah, serta sumber protein seperti telur, ikan, atau yogurt. Jenis makanan ini dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
 
Sebaliknya, makanan yang terlalu pedas atau asin sebaiknya dibatasi karena dapat memicu rasa haus saat berpuasa.
 
Menjadikan kurma sebagai bagian dari menu sahur juga dianjurkan, karena selain bernutrisi tinggi, kurma merupakan makanan yang disukai Rasulullah ﷺ.
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).
 
2. Berbuka Puasa Awali dengan yang Sederhana
 
Saat waktu Maghrib tiba, umat Muslim dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Sunnah Rasulullah ﷺ mengajarkan agar berbuka dimulai dengan makanan yang ringan seperti kurma atau air putih.
 
Setelah itu, umat Muslim dapat menunaikan shalat Maghrib sebelum melanjutkan makan dengan menu yang lebih lengkap. Mengonsumsi sayur, buah, dan makanan berserat tinggi sangat baik untuk membantu pencernaan setelah seharian berpuasa.
 
Sebaiknya hindari konsumsi gorengan atau makanan tinggi gula secara berlebihan, karena dapat membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk saat melaksanakan shalat Isya dan Tarawih.
 
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
 
Artinya, "Rasulullah ﷺ berbuka puasa sebelum shalat dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada kurma kering (tamr), maka (beliau berbuka) dengan beberapa teguk air."
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
 
3. Menjaga Hidrasi Agar Tubuh Tetap Bugar
 
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola minum dengan baik antara waktu berbuka hingga sahur.
 
Salah satu cara yang sering dianjurkan oleh ahli kesehatan adalah pola minum 4–2–2, yaitu:
 
4 gelas air saat berbuka hingga sebelum tidur
2 gelas pada malam hari atau menjelang sahur
2 gelas saat sahur
 
Selain itu, konsumsi buah yang mengandung banyak air seperti semangka juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
 
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha diriwayatkan:
 
ععَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْكُلُ الْبِطِّيخَ بِالرُّطَبِ
Artinya, "Dari Aisyah, dia berkata: Nabi ﷺ sering makan semangka (al-bittikh) dengan kurma basah (ruthab)". (HR Tirmidzi)
 
4. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan
 
Berpuasa bukan berarti berhenti beraktivitas. Justru menjaga tubuh tetap bergerak dapat membantu mempertahankan kebugaran selama Ramadan.
 
Olahraga ringan seperti berjalan santai, peregangan, atau aktivitas fisik ringan dapat dilakukan sekitar 30 menit sebelum berbuka puasa atau setelah shalat Tarawih.
 
Islam juga mendorong umatnya untuk memiliki tubuh yang kuat agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih optimal.
 
5. Istirahat Cukup
 
Selain menjaga pola makan dan aktivitas, kualitas istirahat juga sangat penting selama Ramadan. Kurangi kebiasaan begadang yang tidak perlu agar tubuh tetap segar saat menjalankan ibadah malam dan bangun sahur.
 
6. Menjaga Produktivitas dan Mengendalikan Diri
 
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi waktu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
 
Mengatur jadwal harian dengan seimbang antara pekerjaan, aktivitas keluarga dan ibadah seperti membaca Al-Qur’an dapat membantu menjadikan Ramadan lebih bermakna.
 
Dengan niat yang ikhlas serta pengendalian diri yang baik, puasa tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat keimanan.
Ramadan menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk mensyukuri nikmat kesehatan sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kategori : Artikel, Inspiring, LDII Bali, Dakwah, Nasihat, Ditulis pada : 07 Maret 2026, 14:13:41