Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Menjalin Ukhuwah, Merajut Kebersamaan

Inovasi Petambak Lamongan, Manfaatkan Tenaga Matahari Berhemat Jutaan Rupiah

Kategori : LDII News, Lintas Daerah, Ditulis pada : 04 September 2022, 09:25:31

Lamongan (4/9). Teriknya sinar matahari di Lamongan untuk sebagian orang menjadi sebuah masalah, namun tidak bagi Hamam. Petambak udang Desa Geger, Lamongan itu, menangkapnya sebagai peluang.

Di tangannya, sinar matahari diubah menjadi energi listrik melalui panel surya. Hal tersebut, untuk menggerakkan alat pendukung budidaya udang vaname secara intensif.

Hamam mulanya prihatin melihat petani yang telah mengeluarkan banyak tenaga dan biaya, namun tidak menghasilkan keuntungan yang baik. “Untuk berbisnis udang vaname secara intensif, petani membutuhkan energi listrik yang besar. Hal ini dapat mengurangi keuntungan usaha, bahkan merugi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk menebar benih udang vaname dengan kepadatan 250 ekor/m2, dibutuhkan kincir air yang selalu aktif, “Pernah menggunakan listrik PLN, saat listrik padam lama, banyak udang vaname mati,” ujarnya. Sehingga, membuat Haman saat itu, bertekad memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ia berujar, manusia diberikan karunia yang besar dari Allah SWT berupa sinar matahari yang berlimpah. “Kenapa tidak kita maksimalkan,” ujar Wakil Ketua DPD LDII Lamongan itu, sembari tangannya menunjuk ke atas.

Untuk membuat PLTS, ia memulai dengan membeli satu panel surya, kemudian ditambah lagi, hingga saat ini sudah ada 15 panel surya berderet jadi satu di lantai atas rumahnya. “Dari 15 panel surya, dihasilkan energi listrik 8.000 watt, dengan asumsi memanfaatkan sinar matahari 5 jam per hari. Energi ini, kemudian digunakan untuk menggerakkan kincir air, pompa air sibel, pemberi pakan otomatis, aerator dan penerangan di malam hari,” ujarnya.

Hamam mengungkapkan, usaha tersebut tidak langsung berhasil. Tahun 2019, ia awalnya mencoba-coba dan sempat mengalami kegagalan. “Setelah mencoba berkali-kali, alhamdulillah berhasil, dan terus kami lanjutkan,” katanya bersemangat.

Untuk mewujudkan idenya, Hamam memulai dengan mengorbankan gajinya sebagai perangkat desa selama satu tahun. Modal itu untuk membuat kolam ikan dari beton berukuran 15×5 meter di pekarangan rumah, dan bereksperimen memanfaatkan tenaga surya. Hasilnya, 150 kilogram udang dari pemeliharaan secara intensif selama 2-2,5 bulan. “Udang vanamae yang dihasilkan ukurannya bervariasi, contohnya cek 60, yaitu 60 ekor dalam satu kilogram. Jika rata-rata Rp 30 ribu per kilogram, dalam dua bulan menghasilkan Rp 5 juta,” ungkapnya.

Namun, keberhasilan tersebut tidak langsung diterima masyarakat. Banyak yang menganggap, penggunaan PLTS membutuhkan biaya mahal. “Memang awalnya butuh membeli panel surya, aki dan alat lainnya. Namun, bisa disesuaikan dengan budget, misalnya membuat PLTS dengan biaya mulai dari Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Hamam menceritakan, sebelum menggunakan PLTS, biaya listrik dapat mencapai Rp 1 juta per bulan. Kini, hanya tinggal mengeluarkan biaya perawatan Rp 200 ribu per bulan. “Untuk pemakaian jangka panjang, lebih hemat menggunakan PLTS daripada listrik konvensional,” ujarnya.

Selanjutnya, ketika ditanya alasan berbisnis udang vaname, ia mengungkapkan udang tersebut memiliki harga yang relatif stabil. “Udang ini, paling banyak dibudidayakan petambak Lamongan, sehingga mudah mencari bibitnya,” lanjut Hamam, yang bertitle Sarjana Teknik tersebut.

Selain itu, udang vaname tahan terhadap penyakit dan fluktuasi kualitas air. Udang vaname juga memiliki pertumbuhan yang baik, sehingga cepat panen, “Dua bulan sudah panen. Serta dapat hidup pada kolam dengan kepadatan tebar tinggi,” ucapnya. Udang bernama latin Litopenaeus vannamei itu juga, memiliki peluang pasar yang baik, karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, salah satunya udang crispy.

Seorang petambak udang yang memanfaatkan tenaga surya di Lamongan, Hamam. Foto: LINES.

Menyukseskan Program Energi Baru Terbarukan LDII

Ketua DPD LDII Lamongan Agus Yudi antusias mendukung program energi baru terbarukan yang digagas oleh Hamam. “Program ini, salah satu upaya menyukseskan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Ini akan terus kami kembangkan dan sinergikan dengan pihak terkait,” jelasnya. Ia pun menerima dengan tangan terbuka ketika inovasi warga LDII Lamongan ini, ingin diadopsi oleh masyarakat luas. “Tim kami siap mendampingi,” ujarnya.

Program ini pun mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Setelah dikomunikasikan dengan Bupati Lamongan, Kepala Dinas Perikanan bersama penyuluh perikanan berkunjung melihat inovasi tersebut. “Inovasi ini akan terus kami komunikasikan dengan pihak terkait, untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kepala Dinas Perikanan Lamongan Yuli Wahyuono.

Ia berharap, inovasi ini dapat terus berlanjut di wilayah lainnya. “Mengingat saat ini bahan bakar minyak penggerak diesel untuk kincir air mahal, dan terkadang langka, begitu pula listrik,” katanya. Sehingga ia memandang, hal tersebut dapat menjadi solusi penghematan BBM dengan menggunakan energi baru terbarukan. “Perlu disosialisasikan dan diinformasikan pada para pembudidaya yang ada di Kabupaten Lamongan. Ini salah satu wujud pengabdian LDII untuk masyarakat Lamongan,” tutupnya.

(Kartono/Lines Lamongan).

The post Inovasi Petambak Lamongan, Manfaatkan Tenaga Matahari Berhemat Jutaan Rupiah appeared first on Lembaga Dakwah Islam Indonesia.


Sumber berita : https://ldii.or.id/inovasi-petambak-lamongan-manfaatkan-tenaga-matahari-berhemat-jutaan-rupiah/

built with : https://erahajj.co.id